Posts

Showing posts with the label Pakistan

Buron dari Punjab

HAFIZ Muhammad Sayid sudah lama masuk daftar orang paling dicari di dunia. Pemimpin organisasi amal Jamaat-ud-Dawa dan salah satu pendiri Lashkar-e-Taiba itu dituduh terlibat dalam sejumlah serangan teror dan pengeboman di Mumbai, India, pada 2008, yang menewaskan 160 orang. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memasukkan namanya ke daftar hitam. Amerika Serikat menawarkan imbalan US$ 10 juta atas informasi yang membantu penangkapannya.

Tuduhan Maut Kenalan Baru

SAUT Edward Rajagukguk mencoba keluar dari dilema dalam membela terpidana mati Zulfiqar Ali. "Kami menyiapkan surat untuk Jaksa Agung agar meninjau kembali kasus ini," kata Saut, Selasa pekan lalu.

Lima Negara Asia Jadi Importir Terbesar Senjata

TEMPO.CO, Stockholm - Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) merilis data terbaru soal perdagangan senjata dunia. Dalam siaran pers 16 Maret 2015, SIPRI mencatat bahwa Amerika Serikat masih memimpin sebagai eksportir senjata utama global. Secara keseluruhan, volume transfer internasional senjata konvensional utama naik 16 persen antara 2005-2009 dan 2010-2014.

India Berhasil Ujicoba Rudal Anti-balistik

New Delhi - India berhasil menguji rudal anti-balistik yang baru, Ahad 27 April 2014. Ini adalah langkah menuju pengembangan sistem pertahanan rudal, yang hanya dikembangkan oleh sejumlah kecil negara di dunia.

Partai Oposisi India Tak Akan Ubah Kebijakan Soal Nuklir

New Delhi - Kepala partai oposisi India, Bharatiya Janata Party (BJP), yang diperkirakan akan memenangkan pemilu nasional yang sedang saat ini berlangsung, telah mengesampingkan perubahan negara ini soal senjata nuklir .

Efek Drone Pakistan

Islamabad - Politisi di Pakistan tak hanya komplain kepada pemerintah di Washington menanggapi terus berlangsungnya serangan pesawat tanpa awak (drone) Amerika Serikat di negara ini. Meski serangan drone sudah dilakukan AS sejak 2004 lalu, namun peristiwa 21 November 2013 memicu kemarahan politisi Pakistan, terutama dari Partai Tehreek-e-Insaf, yang memerintah di Khyber Pakhtunkhwa.

Jenderal Musharraf, Nasibmu Kini

Islamabad - Memimpin pemerintahan melalui kudeta tak berdarah selama periode 1999 hingga 2008, Pervez Musharaf kini 'membayar harganya'. Pulang ke Pakistan dari tempat pengasingannya di London, 24 Maret 2013, ia sudah ditunggu sejumlah kasus.

Memburuknya Hubungan Pakistan-AS

Kepala Dinas Mata-mata Pakistan, Letnan Jenderal Zaheer ul Islam, menunda perjalanannya ke Amerika Serikat . Penundaan ini menandai kian buruknya hubungan dua sekutu yang seharusnya kompak dalam perang melawan kelompok Islam garis keras.