Posts

Showing posts with the label Social

KIARA: Pemerintah Tak Berpihak kepada Nelayan

Image
SELASA, 28 DESEMBER 2010 | 10:15 WIB Foto: Radio Nederland TEMPO Interaktif, Jakarta - Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menilai pemerintah tidak menunjukkan keberpihakannya kepada nelayan. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal KIARA, Riza Damanik, dalam catatan akhir tahun 2010 yang diterima Tempo, Selasa (28/12/2010).

Morality plays

AsiaViews, Edition: 11/III/March/2006 The Anti-Pornography and Pornographic Acts Bill is undergoing revision. The PDI-P has agreed to allow the discussions to continue, providing four terms are met. THE procession of hundreds of professional traditional dancers was accompanied by the melodic sounds of traditional musical instruments like the gong and the Kendang drum. Many of the dancers were wearing the Kemben. This Javanese chest cloth exposes part of the upper torso when certain dance movements are performed. The dancers, ranging in ages from 17 to 60, began their walk at the School for Traditional Arts in Solo and headed for the Surakarta Cultural Park, about 800 meters away. The dancers, crowding the streets of Solo last Wednesday, didn’t intend to follow the carnival. They gathered to mark their protest against the Anti-Pornography and Pornographic Acts Bill (RUU APP), which is currently being discussed in the House of Representatives (DPR). “If traditional dances like tayub are ...

Tensi Tinggi di Antara Pasal Lonjong

Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi mulai direvisi. PDI Perjuangan setujupembahasan dilanjutkan asal memenuhi empat syarat. Arak-arakan ratusan penari tayub berjalan gemulai diiringi bunyi-bunyian alat musik tradisional seperti kendang dan gong. Mengenakan kemben, busana Jawa yang memperlihatkan bagian atas tubuh sedikit terbuka, sesekali mereka melakukan gerakan tarian tayub. Usia penari yang berdatangan dari Yogya, Cepu, Blora, Banyumas, Sragen, dan sekitar Solo itu beraneka ragam. Dari sekitar 17 hingga 60-an tahun. Mereka berjalan dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia Solo ke Taman Budaya Surakarta, yang berjarak sekitar 800 meter. Para penari tayub yang pada Rabu pekan lalu tumplek di jalanan Solo itu tak hendak mengikuti karnaval. Mereka berkumpul untuk berunjuk rasa memprotes Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi (RUU APP) yang sekarang gencar digodok di DPR. “Kalau tarian seperti tayub dianggap porno, saya tidak akan bisa lagi nayub di acara-acara d...

Berjuang dengan Usulan

Beberapa fraksi akan mengajukan usulan perubahan isi draf Rancangan Undang-Undang Antipornografi. Inilah sejumlah usulan terbaru dari beberapa fraksi itu. Perjalanan Rancangan Undang-Undang Antipornografi kini segera memasuki tahap baru: membongkar dan memperbaiki isi pasal sesuai dengan masukan yang didapat dari masyarakat. Setelah dua pekan lalu panitia perumus menyepakati sistematika RUU itu, yang antara lain membuang beberapa bab, sehingga RUU ini meramping jadi delapan dari 11 bab, maka tahap selanjutnya memperdebatkan pasal-pasal dalam bab itu. Usulan perubahan, atau juga penghapusan pasal-pasal, itu diajukan lewat daftar inventaris masalah (DIM) yang kemudian digodok tim perumus. Dalam DIM yang didapat Tempo, setidaknya empat fraksi sudah menyampaikan usulan perubahannya. Keempatnya memiliki perbedaan cukup mencolok satu sama lain. Selain nama rancangan undang-undangnya, pengertian pornografi, serta sanksi pidana dan denda bagi para pelanggarnya juga diminta diubah. Soal nama, m...

A Revolutionary Move

NEW hope for mixed couples: their children could receive limited dual citizenship in Indonesia. This is one of the issues being discussed by the special committee deliberating the Citizenship Bill at the House of Representatives (DPR). "This bill is a breakthrough for the government and DPR special committee members in accommodating the interests of Indonesian women," said the Melati Mixed Marriage Families (KPC) Chairperson, Enggi Holt, last Monday. On February 2, head of the special committee deliberating the bill, Slamet Efendy Yusuf, announced that the committee had decided to include provisions regarding limited dual citizenship in the Citizenship Bill in an attempt to eliminate discrimination against children of mixed marriages. "This is a revolutionary decision," said Slamet. If the bill is approved, children from mixed marriages will be eligible to receive dual citizenship from both their father and mother, until they finally decide upon single citizenship. ...

Not a Magic Wand

The Anti-Discrimination Bill currently under deliberation still contains flaws. IF approved, the Anti-Discrimination Bill could become the basis for amending existing regulations which discriminate between people of different races and ethnic groups. Pursuant to the bill, any person found guilty of discriminating against another due to their racial or ethnic background could face prison. Containing 27 provisions arranged in 11 chapters, the bill defines discriminative behavior as, among others, "treating a person better or worse than other people because of their racial or ethnic background, or expressing racial hatred against another person". Violation of the bill carries a maximum penalty of three years in prison and a fine of Rp500 million. If the discriminative behavior results in the death of another person, the penalty is raised to seven years in prison and a Rp1 billion fine. The bill also appoints the National Human Rights Commission (Komnas HAM) responsible for monit...

Bukan Lampu Aladin

Draf RUU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis yang kini dibahas di DPR masih memiliki sejumlah kelemahan. Yang pasti, mereka yang melakukan tindakan diskriminasi bisa dikirim ke penjara. JIKA jadi disahkan, inilah undang-undang yang diharapkan bisa menjebol segala macam aturan yang se-lama ini membedakan orang lantaran ras dan sukunya. Namanya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Dengan undang-undang ini, kelak siapa pun yang membedakan seseorang berdasarkan suku atau etnis, bisa diseret ke depan meja hijau. Jumlah pasal dalam rancangan undang-undang terbilang irit. Hanya 27 pa-sal yang dirangkum dalam 11 bab. Tindakan yang disebut diskriminatif, antara lain, memperlakukan orang l-ebih baik atau lebih buruk dibandingkan orang lain berdasarkan alasan ras atau etnis, atau menunjukkan kebencian kepada seseorang karena perbedaan ras. Ancaman hukuman untuk mereka yang melakukan perbuatan diskriminasi cukup berat. Bisa diganjar hukum-an hingga tiga tahun penjara ...

A Discord over Dogmas

Satiric cartoons of the Prophet Muhammad in a Danish newspaper triggered a wave of protests among Muslims worldwide. Is it a godsend for the far-right and radical Muslims? SHOUTS of "Allahu Akbar" rang out from the 2,000 or so followers of Hizbut Tahrir Indonesia who took to the streets last week. They were protesting the publication of cartoons of Prophet Muhammad in a Danish newspaper, the Jyllands-Posten. The Hizbut Tahrir supporters from Jakarta and surrounding areas, gathered at the Hotel Indonesia roundabout, near the Nusantara Building. There was a stage large enough to deliver orations, and loudspeakers were set up at various points. Meanwhile, in Copenhagen, five months after the Jyllands-Posten's inflammatory publication, the depiction of Prophet Muhammad as a terrorist figure is still making news. One of the unflattering cartoons depicted a head wrapped in a turban shaped like a bomb with a lit fuse. The Islamic declaration of faith was written on the bomb in A...

Keputusan Revolusioner dari Senayan

ENGGI Holt tak bisa menutupi suka cita mendengar kabar dari Senayan. Apalagi kalau bukan soal diterimanya prinsip kewarganegaraan ganda terbatas bagi anak hasil perkawinan campur warga negara Indonesia (WNI) dan asing. Itulah salah satu keputusan rapat panitia khusus RUU Kewarganegaraan. ”RUU ini suatu terobosan luar bisa bagi pemerintah dan anggota panitia khusus mengakomodasi kepen-ting-an perempuan WNI,” k-ata Ketua Keluarga Perkawinan Campur Melati ini, Senin pekan lalu. Ketua Pansus RUU Kewarganegaraan Slamet Efendy Yusuf, seusai rapat 2 Februari lalu, mengatakan, Pansus sepakat mencantumkan aturan kewarganegaraan ganda terbatas dalam RUU Kewarganegaraan untuk menghapus diskriminasi atas mereka selama ini. ”Ini keputusan revolusioner,” kata politisi Partai Golkar itu. Dengan diterimanya prinsip ini, maka sang anak hasil perkawinan campur bisa memiliki dua kewarganegaraan, dari sisi ibu dan bapaknya, sampai akhirnya memutuskan satu kewarganegaraan. Kini yang masih dibahas DPR adala...

Hizbut Tahrir Demo Pemuatan Kartun Nabi Muhammad

Sabtu, 11 Pebruari 2006 | 12:24 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... Teriakan takbir itu bergema dari sekitar dua ribu massa Hizbut Tahrir Indonesia yang menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu (11/2) pagi. Mereka memprotes pemuatan kartun Nabi Muhammad di koran Jyllands-Posten Denmark pada September 2005. Aksi ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Sebuah panggung cukup besar didirikan untuk orasi. Speaker berkekuatan tinggi diarahkan ke berbagai penjuru. Peserta aksi datang dari berbagai daearah sekitar Jakarta. Sejumlah spanduk dibentangkan. Di antaranya bertuliskan: "Menghina nabi tidak selesai dengan meminta maaf. Kafir barat tidak akan berhenti menghina Nabi SAW dan Islam kecuali setelah ditundukkan khalifah Islam.” Mereka juga membawa bendera bertuliskan “Lailaha Illallah”. Dalam orasinya, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Kholil Ridwan, menyampaikan soal sayembara yang akan memberi hadiah 100 kilogram emas kepada si...

Teror Bom Siswi SMK

PENYIAR radio Mandala, Banyuwangi, Novi Anastasia, tatkala asyik on air pada 18 November lalu, menerima kiriman SMS. Isinya cukup seram: "Waspadalah..!!! Jam 10 Mandala FM akan meledak." Tak pelak, SMS teror ini bikin kalang-kabut kru stasiun radio. Siaran itu pun terpaksa dihentikan satu jam. "Karena kami khawatir, akhirnya kami lapor polisi," kata Novi. Tak lama berselang, datanglah puluhan polisi. Selain kompleks radio, petugas berseragam cokelat itu juga menyisir kompleks pastoran Gereja Katolik Maria Ratu Damai, yang bertetangga dengan Mandala. Setelah diubek-ubek selama satu jam, tak ada benda yang dicurigai sebagai bom. Ancaman itu benar-benar hanya omong kosong. Karyawan radio Mandala sempat menghubungi nomor ponsel peneror. Peneror mengaku bernama Liana, tinggal di sekitar Simpang Lima. Ketika polisi mencoba menghubungi peneror, suara perempuan pemilik telepon membuat pengakuan berbeda. Dia mengaku tinggal di Desa Boyolangu. Tim antiteror langsung melacak n...

Membaranya Warung Remang-Remang

Di berbagai daerah, masyarakat marah karena aparat berwewenang tak menindak warung remang-remang yang terus beroperasi pada Bulan Puasa. ORANG menyebutnya warung remang-remang ciri khasnya memang penerangannya yang remang-remang. Lokasi yang selalu diidentikkan sebagai tempat mabuk-mabukan dan prostitusi. Warung seperti itu kerap jadi pemicu konflik dengan penduduk dan makin meruncing di kaia Bulan Suci Ramadan. Karena itu, di beberapa daerah yang aktivitas warung remang-remangnya tak menyumt pada saal Bulan Puasa, terjadi aksi kekerasan oleh penduduk. Tindakan main hakim sendiri mereka ambil karena aparat yang berwenang--yang rupanya banyak yang mendapat keuntungan dari bisnis tersebut--tak bertindak apa-apa. Kerusuhan yang terbesar karena warung remang-remang itu terjadi di Kecamatan Tamanan, yang letaknya di perbatasan Jember dan Situbondo, Jawa Timur, 3 Januari lalu. Pertikaian yang menyebabkan luka parahnya Kepala Kepolisian Seklor ( Kapolsek) Tamanan Sersan Mayor Heru Cahyono dan...

Krisis Identitas di Tubuh PMII?

Kongres PMII berlangsung ribut dan mulur dari jadwal. Ada usul mengubah nama. Apa perlunya? SEJUKNYA udara musim hujan boleh jadi turut mendinginkan suasana Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke XII, di Surabaya, Jawa Timur. Maka, sejak dibuka oleh Menpora Hayono Isman Senin, 1 Desember, tak terdengar ada suara atau rekomendasi yang menggigit di arena itu. Entah mengapa, di saat suhu politik semakin menghangat menjelang Sidang Umum MPR kali ini, tak secuil pun isu politik menyeruak di lokasi acara, Asrama Haji Sukolilo. Rupanya, tak digulirkannya isu politik macam masalah suksesi kepemimpinan nasional ini, menurut seorang panitia, sudah disepakati cabang-cabang se-Jawa dalam tiga pertemuan informal di Yogyakarta, Malang, dan Bandung. Memang, cabang Ternate dan Sulawesi Tenggara mencoba mengungkit masalah itu, tapi kandas di tengah jalan. Sebaliknya, para peserta kongres malah ribut membicarakan "isi perut" mereka sendiri. Bahkan, sejak sehari sebelum kong...

Mogok di Gudang Garam yang "Pemurah" Itu

Selama ini, Gudang Garam dikenal sebagai perusahaan raksasa yang pemurah kepada karyawannya. Ternyata, kini pihak manajemen dengan buruhnya pun retak. BURUH PT Gudang Garam (GG) mogok? Itu berita akbar. Sebab, pabrik rokok terbesar di Indonesia tersebut selama ini dikenal makmur, sehat, dan termasuk yang paling memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Pemiliknya, keluarga Wonodidjojo, kaya raya. Majalah Forbes edisi 1997 menempatkan keluarga itu sebagai pengusaha terkaya di dunia. Kekayaan bersih mereka US$ 7,3 miliar. Setelah mereka, menyusul Eka Tjipta (US$ 5,4 miliar) dan Liem Sioe Liong (US$ 4 miliar). Ribuan buruh dari 12 unit pabrik PT GG di Kediri, Jawa Timur, unjuk rasa dan mogok pada 27 Oktober serta 11,12, dan 13 November lalu. Mereka menuntut kenaikan gaji, pemberian gaji selama cuit haid, serta penggajian sepekan sekali. "Gudang Garam sugih, karyawan melarat" dan "Perusahan bergengsi, karyawan kurang gizi" antara lain yang tertulis di spanduk para pemog...

Kekeringan dari Sabang sampai Merauke

Dampak kekeringan terasa di seluruh Nusantara. Ada warga yang harus bertahan hidup dengan makan bitule dan tiwul. Apa dampak sosial-politiknya? panas nian kemarau ini rumput-rumput pun merintih sedih rebah tak berdaya, di terik sang surya bagaikan dalam neraka.... (Kemarau, The Rollies ) SEPANJANG musim kemarau ini tak cuma rumput yang merintih sedih dan rebah tak berdaya. Di Irianjaya, korban akibat kemarau panjang itu telah jatuh. Sampai Rabu, 24 September lalu, pihak Departemen Sosial melaporkan 271 orang meninggal akibat bencana kelaparan di 22 desa dan sembilan kecamatan di Kabupaten Jayawijaya dan Merauke. Dikhawatirkan korban akan terus bertambah karena sekitar 50 ribu penduduk kabupaten itu terancam rawan pangan, yang disebabkan oleh gagalnya panen akibat kemarau panjang. Kawasan yang terancam paling parah adalah Desa Mapenduma dan Desa Mbua di Kecamatan Tiom serta Desa Silimo, Pasema, Tangma, Siru, Soba, dan Kurupan di Kecamatan Kurima. Kebetulan, wilayah itu dikenal sebag...

Hotman Siahaan: "Sudah Saatnya Diskriminasi Itu Dipersoalkan"

PEMUNCULAN fobia komunisme bukanlah persoalan rasional atau tak rasional. Tapi, persoalan efektif-tidaknya sebagai alat pengendali. "Bahwa musuh bersama itu abstrak atau tak ada, itu soal lain," kata Hotman Siahaan. Meski demikian, Hotman tetap mempermasalahkan diskriminasi yang dialami keturunan para tahanan politik (tapol). Berikut ini perbincangan reporter D&R , Zed Abidin dan Abdul Manan dengan Hotman Siahaan, sosiolog dari Universitas Airlangga, Surabaya, seputar komunisme dan imbasannya di Indonesia. Komunisme telah bangkrut di seluruh dunia. Tapi, mengapa stigma komunisme masih saja dipakai di sini? Pertama, dalam konteks politik, kita butuh satu peranti. Bisa institusional, bisa mental. Untuk menjaga stabilitas diperlukan kelembagaan politik, keamanan, dan militer. Tapi bisa juga mental. Yang terakhir ini maksudnya proses ideologisasi untuk menguatkan masyarakat. Untuk membangun ideologisasi itu dibutuhkan suatu bentuk solidaritas, pengentalan ideologi. Akan san...

Tegang dan Depresi karena Sutet

Tim PPLH Unair membuktikan, SUTET berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampaknya bervariasi: dari pusing kepala sampai gangguan syaraf. HIDUP di bawah jaringan listrik tegangan tinggi ternyata tak cuma menegangkan. Anda juga berpotensi mengalami gangguan syaraf. Begitulah kesimpulan penelitian mutakhir yang digelar tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Airlangga (Unair). Laporan yang dirilis akhir bulan lalu di Surabaya menghidupkan kembali kontroversi tentang dampak radiasi elektromagnet dari jaringan itu atas kesehatan manusia. Dan, menjadi "senjata" baru bagi warga Desa Singosari yang memperkarakan Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) ke pengadilan, karena kawasan permukiman mereka dialiri jaringan tersebut. Tim yang diketuai Direktur PPLH Dr. Fuad Amsyari melakukan penelitian di Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur (Ja-Tim). Warga desa itu, sejak tahun 1989 lalu, telah memprotes dan memperkarakan kehadiran jaringan transmisi Saluran Udar...